Beritanews9.site || SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, jajaran Direksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) menyampaikan penghormatan mendalam kepada Raden Ajeng Kartini, tokoh pelopor emansipasi perempuan yang pemikiran dan perjuangannya telah menjadi fondasi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kesetaraan.
Sebagai figur visioner di tengah kuatnya budaya feodal dan tekanan kolonialisme, Kartini menghadirkan gagasan-gagasan progresif yang melampaui zamannya, khususnya dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan pribumi.
Warisan pemikirannya yang terdokumentasi dalam karya monumental Habis Gelap Terbitlah Terang tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga sumber inspirasi lintas generasi dalam membangun kesadaran akan peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.
Mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan, Kepemimpinan, dan Inklusivitas”, peringatan Hari Kartini tahun ini dimaknai sebagai momentum reflektif sekaligus afirmatif untuk menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki posisi sentral dalam mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan politik yang berkelanjutan. Semangat Kartini tidak berhenti sebagai simbol historis, melainkan terus relevan sebagai energi moral dalam menjawab tantangan zaman modern yang semakin kompleks.
Dalam perspektif MSRI, perempuan Indonesia masa kini telah menunjukkan kapasitas dan kapabilitas yang signifikan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pemerintahan, hingga industri media dan teknologi digital. Oleh karena itu, penguatan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan gender menjadi langkah krusial untuk memastikan terbukanya ruang partisipasi yang setara, khususnya dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram, dalam keterangannya menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini harus terus diinternalisasikan dalam praktik jurnalistik dan kehidupan sosial secara luas.
“Semangat Habis Gelap Terbitlah Terang bukan sekadar slogan historis, melainkan panggilan moral yang relevan sepanjang zaman. Ini adalah komitmen bersama untuk terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan, serta pemberdayaan perempuan. Media memiliki peran strategis dalam membangun narasi yang adil, inklusif, serta mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan yang visioner dan berintegritas,” ujar Bram.
Lebih lanjut, Bram menegaskan bahwa MSRI berkomitmen untuk terus menghadirkan pemberitaan yang konstruktif, berimbang, serta berperspektif gender, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.
Peringatan Hari Kartini 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan semata, melainkan menjadi refleksi kolektif untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, setara, dan inklusif. Dengan sinergi seluruh elemen bangsa, semangat Kartini diyakini akan terus hidup, berkembang, dan menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia yang berdaya saing dan berkemajuan.
(Red)
dibaca

Posting Komentar