Beritanews9.site || Surabaya, Selasa (30/6/2026) – Di tengah kondisi perekonomian yang dinilai masih berat, dengan harga sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, masyarakat juga tengah disuguhi perhelatan Piala Dunia. Namun di balik euforia tersebut, praktik perjudian bola kembali menjadi perhatian karena dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat, Eko Gagak, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya taruhan sepak bola yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk masyarakat kecil.
Menurutnya, ketika seseorang mengalami kekalahan hingga kehabisan modal, ada risiko munculnya berbagai persoalan sosial. Sebagian orang dikhawatirkan akan mencari jalan pintas untuk memperoleh uang, seperti melakukan pencurian, penipuan, atau tindak pidana lainnya. Jika hal itu terjadi, pelaku berisiko berhadapan dengan hukum hingga menjalani hukuman penjara.
Eko juga menilai, demi mendapatkan kembali uang yang hilang akibat berjudi, sebagian orang bisa saja nekat melakukan berbagai cara yang melanggar hukum. Kondisi tersebut bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat membawa penderitaan bagi keluarga.
"Pada akhirnya, perjudian tidak hanya membuat seseorang kehilangan harta, tetapi juga bisa menyebabkan kemiskinan, keharmonisan rumah tangga terganggu, anak dan istri menjadi korban, bahkan masa depan keluarga ikut hancur," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian karena tidak memberikan manfaat, melainkan hanya membawa kerugian.
"Benar seperti yang disampaikan dalam lagu Rhoma Irama, judi dapat merusak pikiran. Jangan sampai karena mengejar keuntungan sesaat, seseorang justru kehilangan keluarga, kebebasan, dan masa depannya," tutup Eko.
Pemerintah bersama aparat penegak hukum diharapkan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta menindak praktik perjudian sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga dampak negatifnya terhadap kehidupan sosial dapat diminimalkan.
(Red)
dibaca

Posting Komentar