Kodaeral V Dukung Peningkatan Produksi Kedelai Nasional Melalui Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Mitra Strategis di Kabupaten Jombang


Beritanews9.site || TNI AL dalam hal ini Kodaeral V terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui partisipasi aktif pada Rapat Koordinasi Bantuan Pemerintah (BanPem) Kegiatan Kedelai Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat KPRI, Kabupaten Jombang. Kamis (9/7/2026). 

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Rony, MM., serta dihadiri oleh unsur TNI AL, di antaranya Kadister Kodaeral V Kolonel Laut (T) Bagus Arianto, A.Md., S.T. dan Kadispen Kodaeral V Kolonel Laut (P) Arif Priwadi Wibowo, M.Tr.Opsla., bersama perwakilan PT Bravo, PT Aneka Nutrisi Global, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, penyuluh pertanian, serta para pemangku kepentingan lainnya.


Dalam paparannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang memiliki potensi pengembangan komoditas kedelai seluas sekitar 3.600 hektare dengan produktivitas rata-rata 1,5 ton per hektare. Potensi tersebut dinilai dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pendampingan dari TNI AL dalam mendukung program peningkatan produksi kedelai nasional.


Sejumlah strategi turut dibahas dalam rapat, di antaranya perlunya penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas kedelai guna memberikan kepastian harga bagi petani, pengurangan ketergantungan terhadap impor kedelai sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal, serta penguatan kemitraan antara petani, penyedia benih berkualitas, dan perusahaan off-taker guna menjamin keberlanjutan pemasaran hasil panen.


Pada kesempatan tersebut juga mengulas keberhasilan pelaksanaan demplot budidaya kedelai di Kabupaten Nganjuk yang telah dilaksanakan di Kecamatan Wilangan, Rejoso, dan Bagor dengan luas areal sekitar 2.300 hektare dan produktivitas mencapai lebih dari 2 ton per hektare. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu model yang diharapkan dapat direplikasi di Kabupaten Jombang sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian.


Berdasarkan hasil rapat, luas usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) kegiatan peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan dari 378 hektare menjadi 446 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Sumobito, Tembelang, Ngusikan, dan Kesamben yang akan menjadi lokasi prioritas pengembangan kedelai pada tahun 2026.


Selain itu, disampaikan bahwa varietas kedelai yang dominan dibudidayakan petani di Kabupaten Jombang adalah Anjasmoro, sedangkan di Kecamatan Sumobito juga telah dikembangkan varietas DETAP 1 pada lahan seluas 50 hektare sebagai bagian dari upaya diversifikasi varietas unggul.


Melalui sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dunia usaha, dan para petani, diharapkan program peningkatan produksi kedelai dapat berjalan optimal sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis.


Kodaeral V berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pendampingan, koordinasi, dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan sebagai implementasi peran TNI AL dalam mendukung pembangunan nasional.


Demikian berita Dinas Penerangan Kodaeral V.   (Andi)


dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama