KODAERAL V PERKUAT SINERGI PEMUSNAHAN 1,3 TON NARKOBA JENIS KETAMINE DI BATAM


Beritanews9.site || Surabaya, 12 Agustus 2026 - Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., didampingi Wadan Kodaeral V, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., dan Pejabat Utama Kodaeral V mengikuti kegiatan video conference (vicon) pemusnahan barang bukti narkotika jenis Ketamine seberat 1,3 Ton yang digagalkan KRI Kerambit-627 yang tergabung dalam Tim Gabungan TNI Angkatan Laut bersama Polri, Bea Cukai, BNN, Dan BIN pada 6 Agustus 2026 lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Mako Kodaeral IV Batam bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago dan para pejabat negara. Rabu (12/8/2026). 


Dalam konferensi pers, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menjelaskan bahwa KRI Kerambit-627 mendeteksi MV. King Sun memasuki wilayah Yurisdiksi Indonesia di Perairan Utara Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Selanjutnya dilaksanakan shadowing serta pemeriksaan kapal oleh tim VBSS KRI Kerambit-627. 


MV. King Sun kemudian dikawal untuk sandar di dermaga Kodaeral IV dan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam dengan melibatkan unsur TNI AL, Bea Cukai, BNN, BIN, dan Polri. Dalam pemeriksaan tersebut, saat sandar di dermaga, tim gabungan menemukan 65 karung mencurigakan yang disembunyikan di bawah lantai.


“Melalui pemeriksaan dan investigasi yang diperkuat dengan digital forensik serta peralatan khusus milik Bea Cukai, 65 karung tersebut dipastikan berisi ketamine dengan estimasi berat 1,3 ton. barang bukti tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomis sekitar Rp. 2,6 hingga 4,5 triliun. Atas penangkapan ini, diperkirakan sebanyak 13 juta jiwa terselamatkan dari penyalahgunaan obat terlarang,” ujar Kasal. Saat ini, seluruh ABK masih menjalani pemeriksaan secara intensif guna pengembangan lebih lanjut.


Kasal juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 sampai dengan 2026, TNI AL berperan aktif dalam penegakan hukum di laut dengan berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 5,3 ton narkoba dan 849,74 ton sumber daya alam pertambangan, yang total jumlahnya jika diakumulasikan ditaksir mencapai Rp. 30,3 triliun.


Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden RI Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita-Ke 7, khususnya dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba. 


Kehadiran Kodaeral V dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dan dukungan TNI AL dalam memperkuat sinergi bersama seluruh aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan penyelundupan dan peredaran narkotika di wilayah perairan Indonesia. Kodaeral V akan terus berperan aktif mendukung pelaksanaan penegakan hukum di laut guna menciptakan wilayah perairan yang aman serta melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.


Demikian berita Dinas Penerangan Kodaeral V.

(Andi)


dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama