Beritanews9.site || SURABAYA – Kemeriahan acara Surabaya Vaganza di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Gadis tersebut diduga menjadi korban pelecehan seksual di tengah padatnya penonton yang memadati lokasi acara pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Seorang pria berinisial E. (40 tahun), warga Jalan Ngemplak, Surabaya, akhirnya diamankan setelah diduga menjadi pelaku tindak asusila tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kejadian bermula sekitar pukul 19.51 WIB. Saat itu, korban yang berinisial A.N.M. sedang menonton dan merekam jalannya pawai Surabaya Vaganza bersama temannya, Sdri. N. Posisi korban saat itu agak jongkok agar bisa melihat pertunjukan dengan lebih jelas.
Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal mendekat dan berbicara kepada korban dengan ucapan, “Ga kurang ngadek ta mbak, ga ketok engkok mbak”. Tak lama setelah mengucapkan kalimat itu, korban merasakan ada tangan yang meraba bagian pantatnya. Tak hanya itu, korban juga merasa alat kelamin pria tersebut ditempelkan dan digesekkan ke tubuhnya dari belakang.
Merasa ketakutan dan kaget, korban segera meninggalkan posisinya dan bergegas menemui kakak laki-lakinya, Sdr. A.S., yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban pun menceritakan apa yang baru saja dialaminya. Mendengar laporan tersebut, sang kakak langsung menegur dan menangkap pria yang diduga pelaku, lalu mengamankannya di tempat kejadian perkara, tepatnya di depan gerai Excelso Tunjungan.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban yang berinisial A.A. ke pihak kepolisian. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/ /V/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur, tertanggal 16 Mei 2026.
Atas perbuatannya, tersangka E. kini disangkakan melanggar Pasal 415 huruf b KUHP tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan memproses tersangka sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kasus ini kembali menyita perhatian publik dan mengingatkan kembali akan pentingnya keamanan dan pengawasan ketat, terutama bagi anak-anak dan remaja, saat berlangsung acara publik yang dipadati banyak orang.
(Andi)
dibaca

Posting Komentar