Beritanews9.site || Dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, Pasops Satrol Kodaeral V Letkol Laut (P) Agus Supriyadi, mewakili Komandan Satrol Kodaeral V Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana, S.E., M.M., MDMS., M.Tr.Opsla., Ph.D., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) hari ke-1 Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Banjir Kota Surabaya, bertempat di Aula Kantor BPBD Kota Surabaya pada Selasa (8/9/26).
Kegiatan FGD tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam menyusun langkah-langkah antisipatif, terencana, terpadu, dan terkoordinasi guna menghadapi potensi bencana banjir di wilayah Kota Surabaya. Penyusunan dokumen rencana kontingensi diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh unsur terkait dalam menentukan langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat akibat bencana banjir.
Forum diskusi melibatkan berbagai instansi dan lembaga terkait, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), BPBD Provinsi Jawa Timur, unsur TNI/Polri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), BPJAB, M Radio, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kementerian Agama Kota Surabaya, serta BMKG Juanda.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya Bapak Yanu Mardianto menyampaikan bahwa koordinasi dan kesiapan seluruh unsur menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Keterpaduan antarlembaga diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan, pengerahan personel maupun sarana dan prasarana, serta penanganan masyarakat terdampak pada saat kondisi darurat.
Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, Satrol Kodaeral V siap mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana sesuai tugas dan kewenangan TNI Angkatan Laut serta terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam rangka memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat.
Dinas Penerangan Kodaeral V.
(Andi)
dibaca

Posting Komentar